Cigna Financial Literacy Workshop Event By. Hanny
Bicara soal yang namanya keuangan kayak nya sih ga ada habisnya yah, dari menengah kebawah mau pun menengah ke atas sih sepertinya masih menjadi tantangan tersendiri. Pemikiran ala ala bikin SIM atau Passport pun muncul, jikalau mampu suruh orang lain (calo), kenapa harus kerjain sendiri sih?? Hmmm! Well, you (and me) are wrong. Hanya dengan sedikit pemahaman, kesabaran dan perubahan mind set, ternyata mengatur keuangan tidak sesulit yang dibayang kan. Eksekusi nya, however, yang masih perlu kedisiplinan. Haha.
So, aku sendiri yakni orang yang sangat payah dalam mengatur keuangan. Bisa dibilang masih belum dewasa, lah! Maka dari itu ketika sekarang telah memiliki anak dan harus memikirkan masa depannya juga, biaya makan harian, belum lagi segala tetek bengek perawatan rumah tangga, kendaraan beroda empat dan sebagainya, cukup membuat aku (dan suami) cukup kelimpungan. Bagaimana ya caranya biar mampu menabung? Stres? Sudah pasti. Oleh karena itu aku sangat bersemangat ketika diundang oleh Mommies Daily mengikuti program dari PT Asuransi Cigna, dimana pada program ini Cigna mengajak perempuan Indonesia untuk mengatur keuangan keluarga. Financing 101, here we go. ^_^
Menurut survey dari Forbes pada tahun 2010, ternyata perempuan itu memegang 80% dari keputusan keuangan dalam keluarga, dimana 80% nya dalam menentukan kebutuhan konsumsi, 60% nya untuk pembelian mobil, dan 40% nya untuk pembelian saham. Mengetahui hal tersebut, Cigna ingin mengedukasi perempuan-perempuan Indonesia biar dapat memahami apa yang harus dipertimbangkan dalam menentukan perencanaan keuangan demi kehidupan yang lebih sehat, aman dan sejahtera. Hal ini sesuai dengan misi dari Cigna yang telah berpengalaman lebih dari 25 tahun dalam bidang ini.
Pada program ini juga turut diundang ibu Mike Rini Sutikno, seorang perancang keuangan. Ia menjelaskan apa sih perencanaan keuangan itu. So, here we go (the serious part now!), perencanaan keuangan itu bertujuan untuk mengendalikan keuangan yang terbatas. Oleh karena itu terlebih dahulu kita harus menentukan prioritas, misalnya dana sekolah anak di masa depan, persiapan pensiun, dan lainnya.
Mike Rini Pratikno, CFP
Menurut ibu Mike, kesalahan orang Indonesia dalam mengendalikan keuangan yakni karena kita tidak punya atau tidak mampu menentukan prioritas. Dan selain itu kita juga harus dapat membedakan mana kebutuhan (cicilan rumah, biaya listrik, air, dan sebagainya), mana impian (pleasure) dan mana yang bukan termasuk keduanya tapi bersifat darurat dan memerlukan dana (kecelakaan, bencana alam, jatuh sakit dan lainnya).
Setelah tembakan demi tembakan yang bikin lemes tersebut, penerima diajak untuk bermain Smart Money Game. Agak ibarat dengan monopoli konsepnya, tapi ini lebih terasa realistik dan dengan skenario-skenario yang dibuat sedemikian rupa sehingga kita mampu tersenyum lebar ketika urusan ekonomi kita menghasilkan keuntungan berlipat, atau meringis ketika saham kita anjlok atau kena PHK.
The Board Game.
Mirip dengan monopoli kan?! Dengan 4 jenis kartu penentu nasib pemain.
Mirip dengan monopoli kan?! Dengan 4 jenis kartu penentu nasib pemain.
The Money.
Kaching!!
Kaching!!
Here we have to play pretend as well. And my random picked is pediatrician. Ah well.
Ini laporan keuangan yang harus dicatat. Berisi seluruh aktivitas keuangan kita selama bermain.
Look hard, isn't it??
Look hard, isn't it??
Makara yang akan kita pelajari dari games ini yakni :
1. Perencanaan Keuangan - monitoring keuangan sendiri.
2. Perlindungan - dengan mencar ilmu memahami asuransi jiwa, kesehatan dan harta benda.
3. Pembiayaan - bijaksana dalam memanfaatkan akomodasi pinjaman, cicilan, dan sebagainya.
4. Investasi - obligasi, saham, properti, emas, dll.
5. Ekonomi - inflasi, suku bunga, kinerja pasar modal.
6. Evaluasi - menentukan seberapa rupawan kesehatan finansial kita.
Seriously, whoever invented this game is a pure genius. Saya yang tadinya buta total pribadi mengerti dasar-dasar sederhana keuangan. And it's fun too. Permainan ini berhasil bila kita sudah memenuhi kriteria-kriteria ini :
1. Pemain dengan rasio penurunan hutang terbesar.
2. Rasio kenaikan aset bersih terbesar.
3. Rasio passive income terbesar.
Hasil-hasil tersebut diatas merupakan tanda faktual keberhasilan kita dalam mengatur perencanaan keuangan. Singkat kata, ketika kita berhasil mencapai ketiga nya, maka kita sudah sukses dalam mengatur keuangan. Seperti yang aku kutip dari ibu Mike, "Keberhasilan perencanaan keuangan bukan ditentukan dari banyaknya uang yang dimiliki." Nicely said.
Here are the winners of the game with Julian Mengual, Chief Sales & Marketing Officer di PT Asuransi Cigna Indonesia. Mereka berhasil memenuhi ketiga goal di atas.
Super super thank you to Mommies Daily yang sudah mengajak aku ikut serta dalam program ini. And thank you Cigna atas edukasi nya, such a wakeup call for spoiled brat like me. Sigh!
Para mommies, nasabah Cigna dan whole Cigna's team. Cheers!!
Source : http://www.thestoryofbipolarcoffeejunkie.com/
For further information about financial planning just visit our web/blog/portal :
PT. Mitra Rencana Edukasi – Perencana Keuangan / Financial Planner
Website. www.mre.co.id, Portal. www. kemandirianfinansial.com
Fanspage. MreFinancialBusiness Advisory, Twitter. @mreindonesia
Google+. Kemandirian Finansial, Email. info@mre.co.id,
Youtube. Kemandirian Finansial, Mitra Rencana Edukasi
Workshop The Enterprise You – Cara Pintar Ngatur Duit, Berbisnis dan Berinvestasi
Workshop : Smart Money Game (Papan Permainan Edukasi Perencana Keuangan)