Kamis, 20 Juli 2017

Berhemat atau Meningkatkan Penghasilan?

"Berhemat atau meningkatkan penghasilan?"

Berhemat atau Meningkatkan Penghasilan?
Kunjungan ke dokter gigi selalu membuat saya takut. Dan begitulah di suatu pagi saya duduk dengan canggung dan keringat hambar persis ibarat pertama kali wawancara kerja. Ditambah lagi bunyi mesin bor gigi membuat saya makin ngilu. Majalah yang dari tadi saya bolak-balik eksklusif meloncat dan jatuh begitu nama saya di panggil. Keadaan lebih memalukan lagi di dalam kamar praktek dokter gigi. Jangankan bersuara, membuka ekspresi nyaris tak bisa saya lakukan tanpa gemetaran. ”Ya..sudah selesai,” yaitu bunyi paling membahagiakan yang saya dengar hari itu. Saya keluar ruangan ibarat seorang juara dan terus terseyum berhari-hari setelahnya.

Dengan  harga-harga yang makin melambung, kitapun mau tidak mau harus berhadapan dengan sesuatu yang menyeramkan yang boleh saja kita sebut ”kesulitan hidup” bila tidak tega mengatakan kemiskinan. Mulai dari harga BBM yang bakal diperkirakan naik 10% s/d 30%  dan tentunya ke sembilan materi kebutuhan pokok rumah tangga. Kabarnya ibu-ibu bingung, karena uang belanja yang biasanya cukup buat satu hari, kini hanya bisa mencukupi hingga makan siang saja. Tenang, lonjakan harga-harga  yaitu kejadian yang berulang, ibarat sakit gigi. Anda hanya harus mengatasi rasa takut ke dokter gigi, artinya barangkali anda sedikit frustasi namun jangan hingga patah semangat karena ada semacam berkah tersembunyi. Bahwa kondisi demikian paling tidak membuat perilaku konsumsi menjadi lebih rasional, sehingga langkah-langkah rasionalisasi yang diambil tidak akan menjadi siksaan karena bisa disiasati dengan tepat.

Rasionalisasi = Berhemat + Meningkatkan Penghasilan 

Mau tidak mau lonjakan harga-harga yang tidak diimbangi dengan naiknya pendapatan, membuat kita harus melaksanakan penyesuain gaya hidup menjadi lebih rasional. Terpangkasnya pengeluaran membuat kita berpikir berkali-kali setiap kali membeli suatu barang. Barang kebutuhan pokok menjadi prioritas, sementara pembelanjaan yang sifatnya spontan harus ditinjau ulang, dengan kata lain kita melakuakn penghematan misalnya antara lain :

1. Cobalah mengendalikan hasrat atau keinginan, bedakan antara impian dan kebutuhan. Berbelanjalah berdasarkan kebutuhan Anda dan perhitungkan mana kebutuhan pokok yang mutlak dan mana kebutuhan realistis yang masih bisa diubahsuaikan anggarannya. Jangan jadikan gengsi sebagai prioritas dalam berbelanja. Keterbatasan anggaran membuat perbaikan perilaku pembelanjaan semakain penting. Mungkin tidak ada anggran lagi untuk membeli pakaian, sepatu, atau asesoris bermerk, juga gonti-ganti hanphone hanya sekedar menjaga gengsi. Terapkanlah kiat-kiat merawat barang- barang yang sudah kita milki semoga bisa tampil rapi dan hemat biaya. 

2. Kurangi frekuensi bepergian ke sentra perbelanjaan. Buatlah daftar kebutuhan terlebih dahulu, dan berbelanja barang yang hanya terdapat dalam daftar belanja. Mungkin tidak perlu selalu mengajak si kecil ikut berbelanja, usahakan semoga eksklusif menuju rak atau counter yang sudah direncanakan.

3. Cobalah lebih memperhatikan banyak sekali cara menghindari sakit semoga bisa menghindari mahalnya biaya kesehatan, misalnya menghindari stress, karena banyak penyakit yang terpicu oleh gangguan psikis. Terapkan tumpuan makanana sehat, juga lakukan olahraga secara rutin untuk meningkatkan kebugaran badan tanpa derma suplemen.

4. Lakukan taktik meminimalkan beban rekening listrik, telpon, dan air. Misalnya gunakan alat listrik berdaya rendah dan hematlah penggunaanya. Terapkan juga cara-cara pengehematan telpon biasa dan pulsa HP, misalnya biasakan membicarakan hanya hal-hal penting ditelpon, menggunakan kartu pra bayar, kurangi aktivitas chatting di internet.  Iritlah  juga dalam penggunaan air, jadwalkan penggunaan pompa listrik, gunakan air 1 – 2 baskom untuk basuh mobil, karena selang air membuat air bersih  banyak terbuang.

5. Rekreasi perlu namun tidak harus mahal. Cobalah menggali hakikat rekreasi dari hal-hal yang sederhana. Misalnya melaksanakan aktivitas bersama keluarga di rumah. Intinya, pemangkasan biaya rekreasi tidak harus mengurangi makna rekreasi itu sendiri.

Masih banyak sekali ide-ide penghematan dalam rangka mensiasati kenaikan harga ketika masih belum bisa meningkatkan penghasilan. Dengan sedikit kreatifitas dan kerjasama seluruh anggota keluarga maka penghematan bisa membatu Anda menyeleseaikan duduk perkara ini dalam jangka pendek, sambil secara pelan-pelan dalam jangka panjang Anda melaksanakan usaha-usaha  menambah penghasilan. Ya betul, penghematan saja tidak cukup bila tidak diikuti dengan perjuangan meningkatkan penghasilan. Sebab kenaikan harga-harga akan terus terjadi tahun depan, kesannya pengeluaran kembali naik. Jika tidak diikuti dengan kenaikan penghasilan, jangankan berinvestasi untuk kebutuhan harianpun pas-pasan.

Meningkatkan Penghasilan Dengan Multi Karir

Dalam ketidak pastian ekonomi memiliki beberapa sumber pendapatan yaitu cara yang realistis semoga sebuah keluarga dapat terus meningkatkan penghasilannya. Kalau begitu mengapa hanya menekuni satu bidang pekerjaan? Mengapa tidak menjalankan beberapa profesi bersamaan? Secara finansial anda tetap aman karena tidak perlu meninggalkan pekerjaan utama, sambil mempelajari sesuatu yang baru. Lagipula memiliki multi karir menawarkan anda keseimbangan semoga tidak kelelahan atau kehilangan minat pada pekerjaan utama. Orang yang memiliki multi karir berarti memiliki dan menjalankan beberapa jenis pekerjaan sekaligus. Mereka ingin menjajal kemampuan di bidang lainnya tanpa harus mengorbankan pekerjaan formalnya ketika ini. Misalnya, sesorang pada jam kerja biasa bekerja sebagai seorang karyawan di adegan akunting, kemudian seminggu tiga kali pada sore hari beliau menjadi pelatih fitness di sebuah sentra kebugaran. Pada selesai pekan beliau berjualan batik di banyak sekali bazar. Artinya beliau memiliki pekerjaan resmi, melaksanakan kerja paruh waktu dan menjadi wirausahawan – alhasil beliau menjalankan tiga jenis karir yang berbeda sekaligus. Nah, anda juga bisa membuatkan apa yang menjadi kompetensi anda di perusahaan dan mengubahnya menjadi konsultan atau bergabung dengan lembaga yang menyediakan tenaga profesional temporer. Faktanya di dunia korporasi para pekerja tidak menawarkan 100% waktu mereka, melainkan menawarkan janji 80% dari waktu kerja mereka dan melihat-lihat kalau ada peluang melaksanakan hal lain. Golongan orang di luar kelas pekerja pun, umunya menerapkan waktu kerja secara fleksibel. Makara konsep bekerja parug waktu walau belum sepenuhnya diterima namun makin banyak diminati. Yang patut diingat, menjalankan multi karir yaitu proses berkembang tanpa kehilangan keamanan dari pekerjaan atau kehilangan iman diri atas keahlian anda.

Selamat mencoba.


Berhemat atau Meningkatkan Penghasilan? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Anonim